Saya mencoba menangkap pikiran yang ada dalam benak Adang Dorojatun ketika menjawab pertanyaan wartawan seputar isterinya Nunun Nurbaeti. Walau saya mengamini saat dia mengatakan bahwa sebagai suami yang sangat mencintai isteri, harus membela mati-matian isterinya, terlepas dari tanggung jawab moralnya sebagai anggota dewan yang terhormat dari partai yang mengklaim sebagai partai berbasis menjunjung moralitas yang bersih.
Tetapi yang membuat saya tidak mengerti dan bertanya. Apakah sikapnya itu benar-benar sekedar bertujuan untuk melindungi sang isteri tercinta agar jangan sampai dijebloskan ke prodeo? Saya meragukan dan tidak yakin. Jangan-jangan apa yang dilakukan sebenarnya malah sebaliknya. Membiarkan isterinya sakit dan terkatung-katung menggelandang di negeri orang, tidak mencerminkan seorang suami yang penuh perhatian terhadap isteri tercinta. Kondisi seperti itu justru menimbulkan dugaan, seperti mengorbankan isterinya untuk menutupi sesuatu yang patut diduga apa yang dilakukan isterinya sesungguhnya menutupi apa yang seharusnya jadi tanggungjawab Adang sendiri yang terkait dengan kebijakan partainya?